Cara Menghitung Berat Awan Kumulus di Langit

  • Whatsapp
Cara Menghitung Berat Awan Kumulus di Langit

Cara Menghitung Berat Awan – Pernahkah bertanya-tanya berapa berat awan yang ada di langit? Meskipun awan tampak melayang di udara, udara dan awan memiliki massa dan berat. Awan mengapung di langit karena kepadatannya kurang dari udara, namun ternyata sangat berat.

Awan terbentuk ketika suhu terlalu dingin bagi udara untuk menahan uap air. Uap mengembun menjadi tetesan kecil. Para ilmuwan telah mengukur kepadatan awan kumulus sekitar 0,5 gram per meter kubik. Awan kumulus adalah awan putih halus, tetapi kerapatan awan tergantung pada jenisnya. Awan cirrus mungkin memiliki kepadatan yang lebih rendah, sedangkan awan cumulonimbus yang menahan hujan lebih padat. Awan kumulus adalah titik awal yang baik untuk penghitungan, karena awan ini memiliki bentuk dan ukuran yang cukup mudah diukur.

Read More

Cara Menghitung Berat Awan Kumulus di Langit

Salah satu cara mengukur awan adalah berkendara lurus melintasi bayangannya saat matahari berada di atas kepala dengan kecepatan tetap. Anda harus menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melewati bayangan.

  • Jarak = Kecepatan x Waktu

Dengan menggunakan rumus ini, Anda dapat melihat awan kumulus umumnya berukuran sekitar satu kilometer atau 1000 meter. Awan kumulus memiliki lebar dan tinggi sama dengan panjangnya, sehingga volume awan adalah:

  • Volume = Panjang x Lebar x Tinggi
  • Volume = 1000 meter x 1000 meter x 1000 meter
  • Volume = 1.000.000.000 meter kubik

ket : (=) tanda sama dengan. Saya sudah tulis sama dengan tapi di postingan jadi seperti tanda kurang

Selanjutnya, Anda dapat menggunakan massa jenis awan untuk mencari massanya.

Masa Jenis = Massa / Volume

  • 0,5 gram per meter kubik = x / 1.000.000.000 meter kubik
  • 500.000.000 gram = massa

Mengubah gram menjadi ton berarti itu sama dengan 500 ton.

Alasan Awan Tidak Pernah Jatuh

Awan mengapung di udara yang cukup padat untuk menopangnya. Hal ini sebagian besar karena variasi suhu atmosfer. Temperatur memengaruhi kepadatan gas, termasuk udara dan uap air, sehingga awan mengalami penguapan dan kondensasi. Bagian dalam awan bisa menjadi tempat yang bergejolak, seperti yang Anda ketahui jika pernah terbang melewatinya dengan pesawat terbang.

Mengubah keadaan materi air antara cairan dan gas juga menyerap atau melepaskan energi, yang memengaruhi suhu. Jadi, awan tidak hanya diam di langit tanpa melakukan apa-apa. Kadang-kadang menjadi terlalu berat untuk tetap melayang, yang menyebabkan presipitasi, seperti hujan atau salju. Di lain waktu, udara di sekitarnya menjadi cukup hangat untuk mengubah awan menjadi uap air, membuat awan mengecil atau membuatnya menghilang di udara.

Demikianlah artikel tentang Cara Menghitung Berat Awan Kumulus di Langit, semoga bermanfaat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *